Selasa, 20 Oktober 2015

Mewawancarai Seorang Pedagang Kaki Lima di Depan UNJA



PEWAWANCARA : Selamat siang  bapak, saya dari mahasiswi IAIN STS JAMBI un tuk mewancarai    sebentar ?
PEDAGANG            : Siang, iya silahkan saja mbak
PEWAWANCARA   : Apakah bapak sudah izin berjualan di depan unja ?
  PEDAGANG       : Aduh saya tidak tahu mabak, harus mminta izin dengan siapa saya hanya ikut-ikutan teman saja yang berjauhan disini.
PEWANWANCARA: Apakah bapak sebenarnya tahu bahwa berdagang dikompleks depan unja ini dilarang oleh pemerintah
  PEDAGANG           : Sebetulnya saya sudah tau tentang pelarangan itu, tetapi mau bagaimana lagi mbak? Saya harus mencari uang untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarga saya.
  PEWAWANCARA   : Lantas aakah bapak tidak takut di kejar dan barang dagangan bapak di sita oleh POL PP yang sering razia di sekitar an kompleks depan unja ini?
PEDAGANG           : Yah takut sih, tetapi saya anggap itulah resiko pekerjaan. Kalaupun ada razia kami akan segera merapikan barang kami dan lari.
PEWAWANCARA    : Apakah bapak pernah terjaring razia ?
PEDAGANG            : Iya pernah, waktu itu saya sedang berjualan lalu tiba-tiba POL PP datang dan mengambil barang-barangdagangan saya. Tidak hanya itu, merekapun turut membawa saya.
PEWAWANCARA    : Apakah bapak tidak merasa kapok ?
PEDAGANG             : Iya kapok sih, tetapi kalau tidak begini kami seeuarga tidak bisa di makan.
PEWAWANCARA  : Kalau boleh tahu bapak berasal dari mana dan sejak kapan bapak telah berjualan di sini ?
PEDAGANG            : Saya berasal dari jember, dan telah berjualan di kompleks ini sejak tahun 2014.
PEWAWANCARA   : Setelah saya perhatikan, kompleks depan unja ini pernah dengan orang-orang yang berkunjung, kira-kira berapa banyak yang bapak bisa hasilkan sehari-hari ?
PEDAGANG         : Walaupun pengunjungnya banyak tetapi kalau tidak ada yang beri percuma mabak. Penghasilan yang saya dapatkan juga tidak menentu, kadang-kadang 100 ribu dan kalau ramai yang beli bisa mencapai 500 ribu.
PEWAWANCARA : Lalu bagaimana harapan bapak kepada bapak walkot tentangpelarangan pelarangan berjualan di depan unja ?
PEDAGANG           : Saya berharap bapak walkot bisa mendengar inspirasi dan memperhatikan nasib kami semua. Kamipun sebenarnya tidak mau berdagang, tetapi untuk memenuhi hidup kami, rella melakukannya dari pada kami mencuri, inikan perbuatan yang halal. Dan mengenai peraturan ini, kami sebenarnya setuju, tetapi tolong berikan kami sebenarnya setuju, tetapi tolong berikan kami tempat yang layak agar kami bisa mengari rezeki di komplek di depan unja ini.
PEDAGANG       : Baiklah bapak, semoga bapak walkot bisa mendengar keluhan  bapak. Trimakasih atas waktunya dan semoga daagangan bapak laku keras hari ini.
PEDAGANG       : Iya mbak trimakasih kembali.

Oleh : Riri Sartika, Jurusan "Komunikasi dan Penyiaran Islam."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar