Selasa, 22 Desember 2015

Kenaikan Harga Sembako Yang Terus Meningkat Akibat Cuaca



JAMBI,- Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan disejumlah daerah di Indonesia berdampak pada naiknya harga sembako. Beberapa pedagang di Pasar Angso Duo, Jambi, Sabtu (26/11/2015) sore, mengatakan, kenaikan harga tersebut karena cuaca yang tidak menentu telah membuat distribusi sembako terhambat.         
Menurut Darwan (27), seorang pedagang sembako, kenaikan harga sembako sudah berlangsung selama seminggu terakhir. "Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak, seperti cabai dan bawang," katanya.
Darwan menambahkan, kenaikan harga sembako juga terjadi di Pasar Angso Dua tempatnya biasa berdagang sembako.         
Pedagang lainnya, Muhamin (37) mengatakan, factor cuaca sangat mempengaruhi perubahan harga sembako. Umumnya cabai dan bawang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan sayur-sayuran berasal dari Jawa Barat. "Sembako yang terhambat didistribusikan karena banjir biasanya akan rusak, sehingga membuat pedagang menaikkan sembako yang tersisa supaya tidak rugi," jelasnya,
Saat ini, harga cabai merah keriting yang semula sekitar Rp 16.000 per kilogram naik menjadi Rp 24.000 per kilogram. Cabai rawit merah dari sekitar Rp 18.000 per kilogram naik jadi Rp 32.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari sekitar Rp 10.000  naik jadi dan timun.
Pedagang mie Aceh Hasyim (34) mengeluh kenaikan harga sembako tidak bias diiringi dengan kenaikan produk yang  dijualnya. "Kalau saya naikkan harga jual mie, konsumen saya tidak akan mau beli," tuturnya.   
Namun, untuk harga sayur-sayuran tetap normal, seperti sawi stabil Rp 5.000 per kilogram, kol stabil Rp 4.000 per kilogram, kembang kol stabil Rp 11.000 per kilogram, wortel local stabil Rp 8.000 per kilogram, wortel impor stabil Rp 14.000 per kilogram, dan timun stabil Rp 4.000 per kilogram.

Oleh : Robi'atul 'Aina, Jurusan "Komunikasi dan Penyiaran Islam."

Harga Cabai Merah Kembali Naik Di Jambi


[JAMBI] Harga cabai merah kembali mengalami kenaikan di tingkat pedagang di sejumlah pasar di Kota Jambi karena pasokannya yang berkurang mendekati Puasa Ramadhan 1436 Hijriah.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Filda Deviarni di Jambi, Kamis (11/6), menjelaskan di Pasar Induk Angso Duo, cabai merah keriting mengalami kenaikan harga sebesar 13 persen dari sehari sebelumnya.
Harga sebelumnya, cabai merah keriting Rp30.000 dan mengalami kenaikan menjadi Rp34.000 per kilogram yang dijual pedagang pengecer di pasar terbesar di Kota Jambi itu.
"Pemantauan harga dan distribusi bahan kebutuhan itu kami lakukan di Pasar Induk Angso Duo, Pasar Tradisional Talang Banjar dan Pasar Tradisional Simpang Pulai, Jambi," kata Filda didampingi Kasi Bina Usaha dan Distribusi Disperindag M Zaini.
Di Pasar Induk Angso Duo, Filda menyebutkan juga terjadi kenaikan terhadap daging ayam kampung dari sebelumnya Rp43.000 kini naik menjadi Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini bisa diakibatkan tingginya permintaan, sementara persediaan terbatas.
Selain itu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp26.000 sehari sebelumnya kini naik menjadi Rp28.000 atau naik sebesar 8 persen dari sebelumnya akibat terbatasnya pasokan daeri daerah sentra.
Sementara harga beras masih bertahan stabil ditingkat pedagang di Kota Jambi, misalnya beras kualitas utama (merek anggur) Rp12.000 per kilogram. Beras kualitas dua (merek king dan belida) juga bertahan yakni Rp10.000 per kilogram.
Sedangkan harga daging sapi murni masih bertahan yakni Rp110.000 per kilogram di pasar Induk Angso Duo, kata dia menjelaskan. [Ant/L-8]

Oleh : Wawan Saputra, Jurusan "Komunikasi dan Penyiaran Islam."