JAMBI,- Cuaca
yang tidak menentu mengakibatkan disejumlah daerah
di Indonesia berdampak pada naiknya harga sembako.
Beberapa pedagang di
Pasar Angso Duo,
Jambi, Sabtu (26/11/2015) sore, mengatakan, kenaikan harga tersebut karena cuaca
yang tidak menentu telah membuat distribusi sembako terhambat.
Menurut Darwan (27),
seorang pedagang sembako,
kenaikan harga sembako sudah berlangsung selama seminggu terakhir.
"Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak,
seperti cabai dan bawang,"
katanya.
Darwan menambahkan,
kenaikan harga sembako juga terjadi
di Pasar Angso Dua tempatnya biasa berdagang sembako.
Pedagang lainnya,
Muhamin (37) mengatakan, factor cuaca sangat mempengaruhi perubahan harga sembako.
Umumnya cabai dan bawang berasal dari Jawa
Tengah dan Jawa Timur,
dan sayur-sayuran berasal dari Jawa
Barat. "Sembako yang terhambat didistribusikan karena banjir biasanya akan rusak,
sehingga membuat pedagang menaikkan sembako
yang tersisa supaya tidak rugi,"
jelasnya,
Saat ini, harga cabai merah keriting
yang semula sekitar Rp
16.000 per kilogram naik menjadi Rp
24.000 per kilogram. Cabai rawit merah dari sekitar Rp
18.000 per kilogram naik jadi Rp
32.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari sekitar Rp
10.000 naik jadi dan timun.
Pedagang mie Aceh Hasyim
(34) mengeluh kenaikan harga sembako tidak bias diiringi dengan kenaikan produk yang dijualnya. "Kalau saya naikkan harga jual mie,
konsumen saya tidak akan mau beli,"
tuturnya.
Namun, untuk harga sayur-sayuran tetap
normal, seperti sawi stabil Rp
5.000 per kilogram, kol stabil Rp
4.000 per kilogram, kembang kol stabil Rp
11.000 per kilogram, wortel local stabil Rp
8.000 per kilogram, wortel impor stabil Rp
14.000 per kilogram, dan timun stabil Rp
4.000 per kilogram.
Oleh : Robi'atul 'Aina, Jurusan "Komunikasi dan Penyiaran Islam."
Sweet Bonanza - Sega Genesis/Mega Drive - Casino 카지노 카지노 메리트카지노 메리트카지노 우리카지노 우리카지노 5450NFL Predictions: Week 8 NFL Picks Against The Spread
BalasHapus