Sucipto, orang memanggilnya. Di usia yang
tidak lagi muda, Ia masih bekerja untuk menghidupkan keluarganya, 3 orang anak
dan 1 istri.
Sucipto bekerja sebagai penjual gorengan,
dengan panggul gorengan yang berwarna putih sedikit kehitam-hitaman. Di letakkan
depan Mini market yang ada di Lebak Bandung Kota Jambi.
Berangkat dari jam 08.00 dan berakhirnya
sampai jam 16.00, menanti pembeli yang datang Sucipto sudah menyiapkan
gorenganya dan style yang pantas, agar nanti pembeli yang datang tidak
bosan dan ’’ia beranggapan bahwa pembeli adalah raja dan harus di layani," ujarnya.
Rasa
gorengan yang berbeda dengan penjual lainya dan memiliki daya tarik
tersendiri, Sucipto mampu meraup keuntungan 150 - 200 ribu rupiah perhari, pendapatan yang lumayan besar dan ini
cukup untuk menghidupkan 3 Orang anak beserta Isatrinya.
‘’Saya juga bersyukur, walaupun ekonomi
di Jambi lagi melemah, tidak mengurangi niat para pelanggan membeli gorengan
saya. Kadang juga ada pelanggan yang membeli dengan jumlah yang fantastis, 100
ribu, sering juga ada yang memesan gorengan saya,untuk pengajian, hajatan dan
lainya," Katanya.
‘’Sebelum saya berjualan,saya ikut
menjadi kuli bangaunan.dan memang usia saya yang tidak lagi mudah membuat saya
takut akan ketiggian dan saya memutusakan untuk berhenti dan mengambil propesi
ini," Sapanya.
Tidak seharian penuh pak Sucipto menunggu
gorenganya,lepas sholat dzuhur pak sucipto digantikan oleh dua orang anaknya.Oleh : Aripan Pajri, Jurusan "Komunikasi dan Penyiaran Islam."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar